Ribuan Umat Islam Ikuti Gerak Jalan Cinta Al Aqsha Wilayah Sumut – NAD

Binjai, Sumut ( Berita ) : Ribuan umat Islam dari sejumlah provinsi di Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan Gerak Jalan Cinta Al Aqsha wilayah Sumatera Utara-Nanggroe Aceh Darussalam yang digelar Jama’ah Muslimin Hizbullah.

Peserta dilepas Imam Muslimin Indonesia H. Muhiddin Hamidy didampingi Kepala Kantor Departemen Agama Kota Binjai H, Jaharuddin Batubara dan Sekretaris Pertama Kedubes Palestina untuk Indonesia, Taher Hamad, di halaman Masjid Agung Kota Binjai, Sabtu (26/05) malam.

Peserta menempuh jarak sekitar 25,5 kilometer dari Kota Binjai menuju Kota Medan. Berangkat dari Masjid Agung Kota Binjai sekitar pukul 21.50 WIB, mereka dijadwalkan tiba di Masjid Raya Al Mashun Kota Medan sekitar pukul 04.00 WIB atau menjelang waktu shalat Subuh.

Mereka antara lain berasal dari Jabodetabek, Jatim, Jateng, Jabar, Kaltim, Kalbar, Lampung, Sumsel, Jambi, NAD dan dari sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

Di antara para peserta juga tampak puluhan kaum ibu dan anak-anak. Belasan kaum ibu bahkan ikut menyertakan bayi-bayi mereka yang tertidur pulas dalam gendongan mereka.

Imam Muslimin Indonesia H. Muhiddin Hamidy ketika melepas peserta gerak jalan mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk menggalang kekuatan dan kepedulian umat Islam guna mendukung perjuangan merebut kembali Masjid Al Aqsha yang dikuasai zionis Israel.

“Melalui kegiatan ini kita menunjukkan kepedulian atas penderitaan muslim Palestina yang bertahun-tahun ditindas Israel. Palestina menunggu bantuan dan dukungan kita untuk membebaskan Masjid Al Aqsha dari cengkeraman kaum Yahudi,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, perjalanan pada malam hari itu merupakan perjalanan jihad atau perjalanan suci, layaknya perjalan Nabi Muhammad SAW ketika melakukan Isra’ Mi’raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha menjelang naik ke Sidratul Muntaha.

Menurut dia, Jama’ah Muslimin Hizbullah juga akan menggelar kegiatan serupa di setiap kota di tanah air. Sejauh ini gerak jalan tersebut telah dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Semarang, Lampung dan Pontianak.

“Setelah ini juga akan kita gelar di Jambi dan Surabaya, kemudian juga ke Sulawesi sebelum kita gelar di beberapa tempat di Malaysia,” katanya.

Kakandepag Kota Binjai H. Jaharuddin Batubara mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan itu. “Ini merupakan bukti nyata bahwa umat Islam itu bersaudara dan umat Islam itu cinta akan perdamaian,” katanya.

Menurut dia, sudah seharusnya umat Islam di seluruh dunia ikut peduli dengan kondisi yang menimpa Masjid Al Aqsha yang dewasa ini dikuasai Israel.

“Kepedulian dan dukungan kita memang sangat dibutuhkan untuk membebaskan masjid yang selama 16 bulan pernah menjadi kiblat umat Islam itu dari kekuasaan pihak-pihak yang ingin merusaknya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Pertama Kedubes Paletina untuk Indonesia, Taher Hamad, mengaku sangat terharu dengan kepedulian umat Islam di Indonesia atas penderitaan rakyat Paletina.

Ia juga menyatakan sangat menghargai dukungan Umat Islam di Indonesia dalam upaya kembali merebut Masjid Al Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel. “Masjid Al Aqsha adalah hak kita, milik umat Islam di seluruh dunia,” katanya.

Israel Berusaha

Bangsa Israel dewasa ini terus berupaya menghilangkan suasana keislaman di kawasan Masjidil Aqsha, ujar Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hamad.

Upaya yang sejak lama telah dilakukan Israel untuk menghilangkan suasana keislaman di Masjidil Aqsha adalah dengan membatasi atau bahkan melarang umat Islam shalat di masjid tersebut, katanya kepada Wartawan di Binjai, Sabtu (26/05) malam.

Di sela kegiatan Gerak Jalan Cinta Al Aqsha yang digelar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dalam rangkaian Pekan Solidaritas Cinta Al Aqsha ia mengungkapkan bahwa Israel kini juga berupaya untuk meruntuhkan Masjidil Aqsha dengan menggali lobang-lobang di sekitar dan bahkan di bawah masjid.

“Alasan mereka adalah untuk mencari bekas istana sekaligus harta karun Nabi Sulaiman yang diperkirakan terkubur di bawah bangunan Masjid Aqsha, tapi sampai kini mereka tidak menemukan apa yang mereka cari,” ujarnya.

Taher Hamad mengatakan, apa yang dilakukan bangsa Yahudi terhadap Masjidil Aqsha sangat-sangat melukai bangsa Palestina dan juga umat Islam di seluruh dunia.

Palestina, menurut dia, bukan Palestina tanpa Masjidil Aqsha. Namun demikian Masjidil Aqsha bukan hanya hak bangsa Palestina atau punya bangsa Arab, melainkan juga milik umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Masjidil Aqsha memiliki nilai sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah Islam karena pernah selama 16 bulan lebih menjadi kiblat umat Islam. Masjidil Aqsha juga masjid suci karena merupakan bagian terpenting dari perjalan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Yahudi menjajah Masjidil Aqsha selama 40 tahun dan terus mencoba menghilang arti penting sekaligus suasana keislaman itu dari Masjidil Aqsha. Ciri keislaman suatu daerah adalah masjidnya, hal itu yang coba dihilangkan Israel dari tanah Palestina,” tambahnya.

Lebih jauh Taher Hamad menekankan bahwa kewajiban seluruh umat Islam untuk menjaga dan menyelamatkan Masjidil Aqsha dari kehancuran.

Umat Islam, katanya, ibarat satu tubuh. Sakit yang dialami salah satu bagiannya akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lain.

“Karena itu juga seluruh bangsa muslim termasuk Indonesia mengutuk tindakan keji Israel terhadap bangsa Palestina dan Masjidil Aqsha,” katanya. (ant)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: