Imam Jama’ah Muslimin : Ada yang Merusak Akidah Orang-Orang Aceh

Jakarta-RoL– Imam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) H. Muhyiddin Hamidy menyatakan, dia tidak menduga ada misi-misi kemanusiaan dari beberapa negara di Nanggroe Aceh Darussalam menyebarkan hal-hal yang merusak aqidah orang-orang Aceh, termasuk anak-anak yang tidak tahu apa-apa.Hal tersebut diungkapkan H. Muhyiddin Hamidy Senin malam setelah dia menerima laporan langsung dari Banda Aceh dan Meulaboh dari sejumlah relawan yang mendengar dan melihat secara langsung apa yang diperbuat sebagian anggota misi kemanusiaan dari beberapa negara terhadap para remaja dan anak-anak pengungsi Aceh.

Ia menyayangkan, misi kemanusiaan itu menjadi alat untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dari beberapa negara dan LSM yang seharusnya membantu meringankan penderitaan masyarakat Aceh yang tertimpa musibah secara tulus tanpa maksud-maksud lain.

Dia berharap pemerintah dapat lebih arif melihat apa yang terjadi di lapangan dan bila perlu menegur mereka yang melakukan hal-hal yang merusak aqidah orang-orang Aceh, yang sejak dulu dikenal kuat memegang teguh Islam sebagai agamanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya telah mengirimkan laporan ke Bapornas dan Satkorlak dengan lampiran-lampiran fakta atau bukti tentang masalah tersebut.

Tentang sikap masyarakat Aceh terhadap masalah itu, Muhyiddin Hamidy, yang baru pulang dari Banda Aceh dan ikut dalam evakuasi korban bencana alam di Aceh, mengatakan: “Kami juga mendengar ketidaksenangan masyarakat Aceh. Mereka mengeluh dan kelihatannya menggalang aksi untuk menentang perbuatan misi-misi itu.”

“Ini masalah baru, yang semestinya tidak ada,” tambahnya setelah mendapat laporan dari beberapa tempat tentang adanya usaha menyebarkan hal-hal yang merusak aqidah seperti terjadi antara lain di Lhoknga, Lamno, Nehan dan Calang.

Kepada kontingen peduli Aceh lainnya dari berbagai organisasi Islam, Imam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) itu juga mengharapkan agar mereka menyatukan diri bersama-sama untuk mengadakan laporan investigasi agar hal-hal seperti itu tidak berlanjut.

Sementara itu, dr. Herman, yang anak dan istrinya hilang ditelan tsunami di Meulaboh, mengatakan dia sangat sedih orang-orang Aceh yang tertimpa musibah banyak yang aqidahnya dirusak.

Pria Aceh beranak satu dan lolos dari maut setelah diterjang gelombang tsunami hari Ahad akhir tahun lalu mengatakan daerah-daerah yang tidak dapat masuk kenderaan darat ke sana didatangi oleh helikopter yang membawa misi negara asing.

Mereka tidak saja memberikan bantuan pakaian dan makanan, tetapi juga membelokkan aqidah orang-orang muslim di sana.
Nanggroe Aceh Darussalam di goncang gempa bumi dahsyat 8,9 pada skala Richter dan terjangan gelombang tsunami yang meluluh lantakkan 15 kota dan derah dari 21 kota di propinsi Daerah Istimewa Aceh yang berpenduduk muslim itu. Musibah itu menewaskan hampir 200.000 jiwa manusia. ant/fif

sumber : icmi.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: