Konferensi Internasional Al-Aqsha Haqquna:
AKSI NYATA MENGEMBALIKAN MASJID AL-AQSHA KE PANGKUAN UMAT ISLAM
Waktu :
Day / Date : Thusday, 20 Sya’ban 1429 H. / August 21st 2008 M.
Local time : 09.00 – 17.00 WIB.
Tempat : (Alternative) :
Audhitorium Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta
on Medan Merdeka Barat Street, No. 4-5 Jakarta, Indonesian.
PANITIA PELAKSANA :
JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)
Sekretariat Pusat :
Pesantren Al-Fatah
Jl. Pesantren 1 Rt 02/05 Pasirangin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820
Telp. : 021-8249833, 081310460021
e-mail : ajlamaahhizbullah@yahoo.co.id
Maksud dan Tujuan:
- Menyamakan persepsi umat Islam Internasional tentang pentingnya mewujudkan solidaritas bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel
- Membangun jaringan (networking) umat Islam Internasional untuk mewujudkan solidaritas bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel
- Menggalang aksi nyata umat Islam Internasional bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel.
Bentuk Kegiatan:
- Konferensi Internasional sehari bersifat terbuka dan terbatas
- Pameran Foto Perjuangan Al-Aqsha dan Dunia Islam
- Menggalang dana bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha
- Penandatanganan komitmen bersama pimpinan umat Islam Internasional bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha
Info lebih jelas akan saya paparkan di sini jika sudah ada data yang lengkap. atau hubungi saja telp diatas
Undangan belum saya Edit, nanti anda bisa download di sini. (Lagi proses Edit)
Juli 16, 2008 pukul 4:01 pm |
Bagus nih acara, Untuk umum gak?
Saya mau jihad bisa enggak. Kalau memang acara ini gratis undangan dapat di mana?
Oktober 28, 2008 pukul 10:51 am |
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
CATAT YA :
ACARANYA : TAKLIM WILAYAH JAWA BARAT
TANGGAL : 02 NOPEMBER 2008
HARI : MINGGU
JAM : 08 00 S/D SELESAI
TEMPAT : MASJID AGUNG BANDUNG JAWA BARAT
KOTA : BANDUNG
JALAN : ALUN-ALUN DALEM KAUM
RESERVASI : KE USTADZ DARUSMAN (ANTIROKOK-NASYID ABIZ)
UKHUWAH :SELURUH IKHWAN JAWA BARAT
KATEGORI : PRIORITAS UTAMA
KAJIAN : PENGAMALAN UKHUWAH ISLAM KAAFAH DENGAN WUJUD GHIRAH DALAM UPAYA MENGEMBALIKAN MASJID QIBLAT PERTAMA UMMAT ISLAM AL-AQSHA AL-QUDS TERHADAP PENJAJAHA OLEH YAHUDI ISRAEL KEPADA PANGKUAN UMMAT ISLAM SERTA MEMBELA SESAMA SAUDARANYA DI PALESTINA ATAS PENGHACURAN INFRASTRUKTUR KEHIDUPAN SERTA MENGUSIR YAHUDI ISRAEL ATAS PEMBANTAIAN TERHADAP ANAK-ANAK SERTA ORANGTUA PALESTINA.
MENGINGAT ACARANYA PENTING SEKALI, MAKA KEPADA SELURUH KAUM MUSLIMIN SUPAYA TERTANAM RASA UKUHUWAH YANG TINGGI TERHADAP SAUDARANYA.
kebanyakan nulisnya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Oktober 31, 2008 pukul 1:39 pm |
amis, Oktober 30, 2008
HADIRILAH…! SEMINAR AL AQSA HAQQUNA !!!
HADIRILAH…! SEMINAR DAN TABLIGH AKBAR AL AQSA HAQQUNA !!!
“Aksi Nyata Mengembalikan Masjid Al-Aqsa ke Pangkuan Muslimin”
Menghadirkan Pembicara :
Dr. Adhyaksa Daullt, SH, M. Sc (Menegpora RI)
H. Ahmad Heryawan, Lc. (Gubernur Jawa Barat)
Fariz N. Mehdawi (Duta Besar Palestina)
Syeikh Dr. Mahmoud Al-Khatib (Ketua Divisi Luar Negeri Al-Quds Intitution Yaman)
Dr. Abdul Ghani Shamsuddin (Presiden Sekretariat Ulama Asia Tenggara)
Drs. K.H. A. Hafidz Utsman (Ketua MUI Jawa Barat)
Abdurrahman Sony Sugema, MBA (Ketua Sidang Konferensi Internasional )
Herry Nurdi (Pemred Sabili)
Prof. Dr. dr. Saleh Alkatiri, MD, M.Sc (Dewan imamah Jama’ah Muslimin (Hizbullah))
Dr. K.H. Miftah Faridl (Ketua MUI Kota Bandung)
Drs. Fahmi Lukman, M. Hum (PP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI))
K.H. Abdullah Gymnastiar (Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid)
Drs. K.H. Yakhsyallah Mansur, MA (Mudir ‘Am Ponpes Al-Fatah Cileungsi Bogor)
Ustadz Ferry Nur, S.Si (Sekjen KISPA)
Hedi Muhammad, S.H (Sekjen Forum Ulama dan Umat Islam)
Drs. Taufiqurrahman (Pengasuh OBSESI Pagi Radio Dahlia FM)
Ustadz Lesmana Ibrahim
Drs. K.H. Bukhari Muslim (Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Kota Bandung)
Ketua PW Muhammadiyah
Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung
H. Muhyiddin Hamidy (Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah))
Seminar Al-Aqsa Haqquna
Sabtu, 3 Dzulqa’dah 1429H/1 November 2008M. Pukul 08.30-15.30 WIB
Gd. Wahana Bakti POS Ruang Mas Suharto Lt. 8
Jl. Banda No. 30 Bandung
Tabligh Akbar Al-Aqsa Haqquna
Ahad, 4 Dzulqa’dah 1429H/2 November 2008M pukul 08.00-11.30 WIB
Masjid Raya Bandung
Alun-Alun
Penyelenggara : Jama’ah Muslimin (Hizbullah)
Maktab ‘Am Jama’ah Muslimin (Hizbullah)
Wilayah Jawa Barat
Jl. Diponegoro No. 48 Bandung, Indonesia
(022) 72797769; 081320052222
Oktober 31, 2008 pukul 1:53 pm |
DIPLOMAT
Banyak Kalangan Salah
Persepsi soal Al-Aqsa
Senin, 25 Agustus 2008
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, mengatakan banyak kalangan salah persepsi mengenai masjid Al-Aqsa dengan mengira masjid itu adalah masjid Qubbatus Shahra.
“Sesungguhnya, Qubbatus Shahra, yang biasa ditayangkan di media massa cetak dan elektronik, adalah masjid tersendiri, yang terpisah dengan masjid Al-Aqsa,” kata Mehdawi dalam Konferensi Internasional Al-Aqsa di Jakarta, pekan lalu.
Dalam penjelasannya yang disertai penayangan gambar kedua masjid tersebut, Mehdawi mengemukakan, Qubbatus Shahra–yang menjadi lambang kota suci Jerusalem, Palestina, dengan kubah bewarna kuning–terletak di sisi utara masjid Al-Aqsa.
Al-Aqsa– salah satu dari tiga masjid suci umat Islam di samping masjid Al-Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi–adalah masjid lebih kecil di gugus Qubbatus Shahra.
Berbeda dengan masjid Qubbatus Shahra, Al-Aqsa tampak tak terurus dan terancam hancur akibat penggalian terowongan oleh Israel di bawah tanah masjid suci tersebut.
Menurut sejarah, Qubbatus Shahra dibangun Malik ibn Marwan (646-705), dinasti Umayah, sementara Al-Aqsa adalah tempat suci, yang dibangun para nabi jauh sebelumnya.
Menurut Mehdawi, Israel berupaya mengambil alih Al-Aqsa dan hanya memberikan Qubbatus Shahra kepada Palestina. “Ada rencana Israel untuk menghancurkan masjid Al-Aqsa dengan mengalihkannya sebagai kuil tempat ibadah Yahudi dan hanya menyerahkan Qubbatus Shahra kepada Palestina,” katanya.
Dia membantah keras ada kuil Sulaiman di bawah Al-Aqsa dan itu hanya kedok Israel untuk menghancurkan masjid suci tersebut.
“Israel melakukan kebohongan dengan mengatakan bahwa kuil Suleman ada di bawah masjid Al-Aqsa, dengan tujuan semata-mata untuk menghancurkan tempat suci umat Islam itu,” katanya.
Mengenai Tembok Ratapan, yang dijadikan Israel sebagai tempat ibadahnya, Mehdawi mengatakan hal itu hanya diada-adakan oleh Israel.
Tembok Ratapan itu, menurut dia, diketahui saat Nabi Muhammad SAW melakukan Isra Mi’raj (perjalanan malam dari masjid Al-Haram ke Al-Aqsa), di mana Buraq (kendaraan Nabi) sempat diikat di sisi tembok tersebut ketika nabi beribadah di Al-Aqsa. “Jadi, Tembok Ratapan itu seperti halnya dengan kuil Sulaiman, hanya kebohongan, yang diciptakan Israel,” katanya.
Senada dengan Mehdawi, Yakhsyallah Mansur dalam makalahnya pada konferensi itu, dengan mengutip pakar arkeologi Yahudi dari Universitas Hebron (Israel) Mair ben Douf, membantah keberadaan kuil Suleman.
“Tidak ditemukan bekas apa pun dengan yang disebut jabal (gunung) kuil Sulaiman di bawah Al-Aqsa,” kata Douf seperti dikutip Yakhsyallah, pemimpin umum pesantren Al-Fatah.
Konferensi yang diprakarsai pesantren Al-Fatah, Bogor, itu menampilkan sejumlah pembicara kunci dari dalam dan luar negeri, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.
Adhyaksa dalam kesempatan itu mengatakan, meskipun jabatannya tidak terkait dengan masalah Palestina, dia turut memikirkan nasib rakyat Palestina. “Saya Menpora, namun secara pribadi, saya juga wajib membela hak Palestina sebagai sesama Muslim,” katanya disambut teriakan “Allahu Akbar”.
Sementara itu, Imam Jamaah Muslimin (Hizbullah), Muhyiddin Hamidy, dalam konferensi itu mengusulkan pengadaan kelompok kerja beranggotakan ulama, cedekiawan dan lembaga Islam di Indonesia dan negara Islam lain dalam upaya membebaskan Al-Aqsa dari genggaman Israel.
“Al-Aqsa bukan hanya milik Palestina, tapi milik umat Islam sedunia. Oleh karena itu, kita hendaknya mengadakan kelompok kerja untuk upaya pembebasan tempat suci itu,” katanya.
Konferensi tersebut menghasilkan Deklarasi Jakarta, yang butirnya antara lain menyeru segenap pemimpin negara Islam, lembaga Islam antarbangsa dan tokoh Islam berjihad menghentikan upaya penggalian terowongan bawah tanah Al-Aqsa.
Selain itu, mereka juga menyerukan umat Islam dunia bangkit menyatukan langkah dengan bantuan dana dan kekuatan guna membebaskan Al-Aqsa.
Mereka menyepakati pula pembentukan kelompok kerja beranggotakan ulama, cendekiawan, perwakilan Muslim untuk: pertama, memasyarakatkan kesadaran Muslim untuk membela dan membebaskan Al-Aqsa.
Kedua, menggerakkan seluruh dana dan kekuatan Muslim sedunia untuk membebaskan Al-Aqsa. Ketiga, membangun jaringan kerja sama antarsegenap Muslim di seluruh dunia untuk pembebasan masjid suci tersebut. (Ant/Hasyim)
Oktober 31, 2008 pukul 1:54 pm |
Imam Besar Masjidil Aqsa Pimpin Shalat Tarawih di Bogor
Jumat, 6 Oktober 2006 04:43
Bogor, NU Online
Imam Besar Masjidil Aqsa Palestina, Syeikh Dr Muhammad Shiyam, Jum’at (6/10) malam nanti, dijadwalkan memimpin shalat Tarwih di masjid At-Taqwa, Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah, Pasir Angin, Cileungsi, Bogor, bersama Jamaah Muslimin Hizbullah dan warga masyarakat di sekitar Pesantren itu.
Menurut keterangan, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian acara kunjungannya ke Indonesia. Sebelumnya, Syeikh Shiyam mengimami shalat tarawih di masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, masjid Al-Azhar dan masjid Asy-Syukur, Jakarta Selatan.
Selain akan mengimami shalat Tarawih, ia juga akan memberikan ceramah dan menyampaikan informasi tentang keadaan kaum Muslimin di masjidil Aqsa Palestina dan sekitarnya.
Imam Jamaah Muslimin Hizbullah Muhyiddin Hamidy menyatakan perjuangan umat Islam untuk membebaskan Masjidil Aqsa dari cengkeraman Israel wajib didukung seluruh umat Islam sedunia secara bersatu padu.
Dalam rangkaian acara buka puasa dan tarawih bersama Syeikh Muhammad Shiyam, Jamaah Muslimin juga akan menyampaikan bantuan dana dan ikrar kebulatan tekad pembelaan terhadap pembebasan Masjidil Aqsa dari penjajahan Israel.
Sejak akhir Agustus, pemerintah Israel melarang kaum Muslimin Palestina melaksanakan shalat di Masjidil Aqsa berdasarkan atas keputusan Mahkamah Tinggi Israel pada 23 September 1993. Putusan itu menyatakan Masjidil Haram dan Kubah Asy-Syakro di Yerusalem masuk dalam wilayah kekuasaan Israel.
Polisi dan tentara Israel kini menjaga pintu masuk dan keluar Masjidil Aqsa dan setiap kaum Muslimin akan melaksanakan shalat atau berkunjung ke masjid itu harus melewati pemeriksaan ketat.
Kunjungan imam Majidil Aqsa ke pesantren Shuffah Hizbullah itu merupakan kelanjutan acara tabligh akbar akhir Sya’ban menjelang Ramadhan lalu.
Tablig itu berisi kegiatan seminar bersama Dutabesar Palestina Faris N Mehdawi dan Profesor Bachtiar Aly serta pameran foto Al-Aqsa Haqquna di auditorium Adhayana di wisma Antara, Jakarta, gerak jalan cinta Al-Aqsa dari Cileungsi ke Kedutaanbesar Palestina dan Ta’lim Akbar bersama Ferry Nur dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) dan Ridwan Saidi. (ant/han)