AKSI NYATA MENGEMBALIKAN MASJID AL-AQSHA KE PANGKUAN MUSLIMIN

Agustus 19, 2008

KONFERENSI INTERNASIONAL AL-AQSHA
“AKSI NYATA MENGEMBALIKAN MASJID AL-AQSHA
KE PANGKUAN MUSLIMIN”
JAKARTA, KAMIS, 20 SYA’BAN 1429 H. / 24 AGUSTUS 2008 M..

Sekretariat : Pesantren Al-Fatah Jl. Pesantren RT 02 RW 05
Pasirangin, Cileungsi, Bogor, 16820
E-mail : aljamaahhizbullah@yahoo.co.id
Website : http : //selamatkanalaqsha.worldpress.com/
Ph./Fax. : 021-82498933, HP : 0813.1046.0021


PRESS RELEASE

JAMAAH MUSLIMIN SELENGGARAKAN KONFERENSI INTERNASIONAL AL-AQSHA

Jakarta – Dalam rangka menggalang aksi nyata umat Islam internasional bagi pembebasan Masjid Al-Aqsha Palestina dari penjajahan Zionis Israel, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyelenggarakan Konferensi Internasional Al-Aqsha, di Audhitorium Adhyana Wisma Antara Lantai 2 Jl Medan Merdeka Selatan 17 Jakarta Kamis 21 Agustus 2008.

Ketua Panitia, Sony Sugema mengatakan, konferensi dilaksanakan bertepatan dengan 39 tahun pembakaran Masjid Al-Aqsha 21 agustus 1969 oleh Zionis. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari Muktamar Al-Quds di Istambul tahun 2007 yang berisi tekad dan komitmen untuk terus berjuang membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel, serta berusaha melakukan aksi nyata mengembalikan Al-Aqsha ke pangkuan umat Islam.

“Al-Aqsha adalah lambang kemuliaan dan kehormatan Islam, oleh karena itu harus diperhatikan, dibela dan dijaga oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia secara berjamaah,” ujarnya.

Sony mengatakan, masjid Al-Aqsha merupakan kiblat pertama umat Islam. Untuk itu, umat Islam tidak boleh membiarkan apalagi melalaikannya dikuasai oleh mereka yang bukan haknya, seperti saat ini Al-Aqsha dijajah Zionis Israel, paparnya.

Ia mengingatkan, dalam catatan sejarah disebutkan, penduduk Palestina memberikan mandat kepada Pemimpin Islam Umar bin Khattab bahwa diri mereka, harta mereka, dan semua kepercayaan di sana, untuk dijaga dan dipelihara oleh Islam. Khalifah Umar mewaqafkannya untuk umat Islam, agar jangan sampai jatuh ke tangan di luar Islam. Demikian pula Pemimpin Islam Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi membebaskan Masjid Al-Aqsha serta kawasan Palestina dan sekitarnya.

“Di tangan pemimpin Islam, kawasan Al-Aqsha dan sekitarnya serta dunia pada umumnya menjadi aman dan tenteram,” tandas Direktur Sony Sugema College (SSC) Bandung itu.

Ditargetkan setelah konferensi akan digulirkan pengumpulan 1 juta tanda tangan solidaritas dalam setahun ke depan, berisi tuntutan kepada Amnesti Internasional agar membebaskan tahanan warga Palestina di penjara-penjara Israel serta meminta Israel agar keluar dari negeri jajahannya Palestina.

“Palestina merupakan satu-satunya negeri muslim yang masih terjajah. Untuk itu panitia mengumpulkan tanda tangan tahap pertama dalam bulan ini sejumlah 20.000 tanda tangan, dan akan teus bergulir ke seluruh daerah hingga liar negeri,” tandasnya.

Kegiatan bertema “Aksi nyata mengembalikan Masjid Al-Aqsha ke pangkuan muslimin”, menghadirkan sejumlah pembicara mancanegara, di antaranya : Syaikh Ahmad Faez Abdalla Harara (Sekjen Rabithah Ulama Palestina Yemen), Prof. Dr. Hafidzi M.Nor (Palestine Centre for Excellence Malaysia), Abdul Ghani Samsudin (Presiden Sekretariat Himpunan Ulama Asia Tenggara), Fariz Mehdawi (Dubes Palestina), DR.Adhyaksa Dault,M.Si. (Menegpora), Yakhsyallah Manshur,MA. (Mudir ‘Aam Ma’had Al-Fatah Al-Islamy), dan Imaamul Muslimin Muhyiddin Hamidy.

Peserta konferensi terdiri dari berbagai kalangan utusan lembaga keislaman dalam dan luar negeri. pimpinan ormas/orpol, tokoh/kyai/akademisi/pimpinan Perguruan Tinggi, wartawan media massa cetak dan elektronik.

Menurut Panitia, hasil konferensi akan disampaikan oleh panitia didampingi pimpinan ormas-ormas Islam tingkat pusat dan ulama-ulama utusan daerah-daerah kepada Presiden RI, Duta-Duta Besar negara-negara sahabat, ormas/orpol Islam, dan instansi/lembaga terkait.(af)

Jakarta, 19 Agustus 2008

Ketua Panitia,
TTD.

H. Sony Sugema,MBA


UNDANGAN KONFERENSI INTERNASIONAL AL-AQSHA

Agustus 14, 2008


Al-Aqsha Akan Bebas Dalam Waktu Dekat

Juli 16, 2008

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N Mehdawi mengungkapkan, Masjid Al-Aqsha dan kawasan Palestina akan bebas dari penjajahan dalam waktu dekat ini, mengingat banyaknya dukungan kaum muslimin seluruh dunia.

Dalam pidato tertulis dibacakan Arif Hizbulah pada Tabligh Akbar “Bebaskan Al-Aqsha Milik Muslimin” yang diselenggarakan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Masjid Agung Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Ahad (13/7).

Menurutnya, walaupun Palestina selama 60 tahun ini dalam pejajahan, namun tidak akan melemah apalagi jatuh ke tangan musuh. Hal ini karena sesuai janji Allah yang akan memenangkan orang-orang beriman yang mau berjuang, sebagaimana terdapat dalam surah Ash-Shaffat ayat 171-175.

“Kelemahan tidak akan terjadi selama-lamanya, dan kekuatan tidak akan terjadi selamanya-lamanya, ” tandas Mehdawi.

Ia menyebutkan, kekuatan dahsyat yang diklaim penjajah pada dasarnya hanya untuk menyebarkan rasa putus asa di hati orang-orang beriman. Untuk itu, Dubes Palestina meminta segenap potesi kaum muslimin menajamkan cita-cita, menjalankan niat dan meneguhkan keyakinan, untuk memastikan kemenangan.

Dubes mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan, “Akan selalu ada segolongan dari umatku yang berperang di pintu Damaskus dan sekitarnya serta di pintu Baitul Maqdis dan sekitarnya. Tidak membahayakan orang yang menghinakannya, dan mereka selalu menampakkan diri di atas kebenaran sampai hari kiamat.”

Dubes Palestina Mehdawi tidak hadir karena mengikuti pertemuan New Asian African Strategic Partnership di Jakarta.

Sementara itu, Imam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) H. Muhyiddin Hamidy dalam tausiyahnya menyampaikan, Al-Aqsha adalah masjid yang dimuliakan Allah, kiblat pertama, dan milik kaum muslimin seluruh dunia.

“Kita harus yakin, Al-Aqsha milik kaum muslimin, pasti akan kembali ke pangkuan muslimin secepatnya, ” ujarnya.

Deklarasi Pembebasan Al-Aqsha

Sebelumnya, Sekitar 2.000 umat Islam mengikuti “Longmarch Bebaskan Al-Aqsha Palestina” berjarak 17 km pada Sabtu (12/7) tengah malam di Wonigiri, Jawa Tengah, membubuhkan tanda tangan “Deklarasi Wonogiri untuk Pembebasan Al-Aqsha”.

Deklarasi ditulis di atas spanduk putih berukuran 1, 5 m x 6 m, bertuliskan “Dengan niat memenuhi perintah Allah memuliakan Masjid Al-Aqsha kiblat pertama, negeri para nabi, dan tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad, yang sekarang dijajah Zionis Israel, maka kami siap berjihad membebaskan Masjid Al-Aqsha untuk dikembalikan ke pangkuan muslimin”.

“Kita seluruh kaum muslimin siap berangkat bersama-sama shalat di Masjid Al-Aqsha, tempat yang Allah berkahi, ” tandas Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) H.Muhyiddin Hamidy dalam siaran perskepada Eramuslim.

Dalam tausiyahnya Imaam Muhyiddin menyampaikan, kaum muslimin di seluruh dunia bertekad menunjukkan aksi nyata secara istiqamah membebaskan Masjid Al-Aqsha, semata-mata karena memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Ketua Panitia Tribolo Waloyo mengatakan, Longmarch Pembebasan Al-Aqsha merupakan rangkaian ajakan kepada kaum muslimin untuk turut serta membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel di Palestina. Spanduk “Deklarasi Wonogiri” dibentangkan di tempat start longmarch di Desa Jurug, Pokoh Kidul, dibawa keliling kota melewati Ngadirojo hingga ke Masjid Agung Kabupaten Wonogiri.

Peserta longmarch datang bukan hanya dari Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Tetapi juga dari luar kota, seperti Banjarnegara, Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Kebumen, Solo, Jogjakarta, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang, Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Surabaya, Lampung, Pontianak, hingga Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, spanduk tanda tangan akan diserahkan ke Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) untuk dilanjutkan keliling ke berbagai kota, hingga puncaknya akan ditandatangani secara internasional pada agenda Al-Aqsha International Conference “Real Action to Return Al-Aqsha to Moslems” di Jakarta, 21 Agustus mendatang. (novel)

sumber : eramuslim.com


MARI SELAMATKAN AL-AQSHA

Juli 15, 2008

Konferensi Internasional Al-Aqsha Haqquna:

AKSI NYATA MENGEMBALIKAN MASJID AL-AQSHA KE PANGKUAN UMAT ISLAM

Waktu :
Day / Date : Thusday, 20 Sya’ban 1429 H. / August 21st 2008 M.
Local time  : 09.00 – 17.00 WIB.
Tempat : (Alternative) :
Audhitorium Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta
on Medan Merdeka Barat Street, No. 4-5 Jakarta, Indonesian.

PANITIA PELAKSANA :

JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)

Sekretariat Pusat :

Pesantren Al-Fatah

Jl. Pesantren 1 Rt 02/05 Pasirangin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820

Telp. : 021-8249833, 081310460021

e-mail : ajlamaahhizbullah@yahoo.co.id

Maksud dan Tujuan:

  • Menyamakan persepsi umat Islam Internasional tentang pentingnya mewujudkan solidaritas bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel
  • Membangun jaringan (networking) umat Islam Internasional untuk mewujudkan solidaritas bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel
  • Menggalang aksi nyata umat Islam Internasional bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel.

Bentuk Kegiatan:

  • Konferensi Internasional sehari bersifat terbuka dan terbatas
  • Pameran Foto Perjuangan Al-Aqsha dan Dunia Islam
  • Menggalang dana bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha
  • Penandatanganan komitmen bersama pimpinan umat Islam Internasional bagi Pembebasan Masjid Al-Aqsha

Info lebih jelas akan saya paparkan di sini jika sudah ada data yang lengkap. atau hubungi saja telp diatas

Undangan belum saya Edit, nanti anda bisa download di sini.


Jamaah Muslimin Gelar Pameran Foto Kejayaan Islam

Juli 15, 2008

Wonogiri – Jemaah Muslimin (Hizbullah) Wonogiri menggelar pameran foto yang bertema ‘Sejarah Kejayan Islam di Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta’, di halamana Masjid Agung Al Taqwa Wonogiri, 11-13 Juli 2008.

Ketua Panitia Penyelenggara, Tribolo Waluyo, di Wonogiri, Jumat (11/7), mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pekan Solidaritas Cinta Al Aqsha, yang digelar secara bergiliran di sejumlah daerah.

Tribolo Waluyo menuturkan, dalam pameran foto tersebut ditampilkan sekitar 218 foto dari total sekitar 3.000 foto tentang kemajuan Islam yang dimiliki Jemaah Muslimin.

Dari foto-foto yang dipamerkan kali ini, kata dia, beberapa yang cukup istimewa ialah sejumlah foto Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Foto mengenai Jenderal Sudirman yang ditampilkan ini, lanjut dia, cukup beragam, mulai dari tempat tinggal Panglima Besar TNI itu , memimpin pasukan meski dalam kondisi sakit, saat memimpin pasukan dalam salat berjemaah hingga akhir hayatnya.

“Foto-foto ini merupakan koleksi pribadi beliau yang jarang dipublikasikan. Total ada sekitar 150 frame foto tentang Jenderal Sudirman yang kami miliki,” katanya.

Selain tokoh pejuang, kata dia, dalam pameran ini juga ditampilkan foto Wali Songo. Pun ditampilkan pula sejumlah koleksi foto tentang Masjid Al Aqsha di Palestina, mulai dari kondisi aslinya dahulu hingga sekarang.

Pameran ini dibuka secara resmi oleh Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi, yang diwakili Sekretaris Daerah Wonogiri, Suprapto.

Rangkaian kegiatan Pekan Solidaritas Cinta Al Aqsha ini akan digelar hingga 13 Juli 2008, dan pada hari Minggu itu akan digelar tabligh akbar dengan tema ‘Mewujudkan Kesatuan Umat Islam dan Upaya Pembebasan Masjid Al Aqsha’.

Pada Sabtu (12/7) malam akan digelar long march sejauh 17 km oleh para Jemaah Muslimin, dari kawasan Ngadirojo menuju Masjid Agung Al Taqwa Wonogiri. (Sumber : antara & republika online)


Bupati Wonogiri : Islam Mengedepankan Nilai Luhur Peradaban

Juli 15, 2008

Wonogiri - Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi mengungkapkan, tidak dapat dipungkiri Islam adalah agama yang mengedepankan peradaban luhur umat yang membawa rahmat bagi semesta alam.

Bupati Begug menyampaikan hal itu saat meresmikan pembukaan Pameran Foto Akbar Wonogiri Islamic Expo 2008 di kompleks Masjid Agung Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, Jumat (11/7).

Dalam sambutan dibacakan Sekda Suprapto, Bupati menyatakan keluhuran peradaban Islam tampak pada ajarannya yang teduh, membawa salam kedamaian, mengibarkan panji-panji keadilan, serta mengajarkan hidup berdampingan secara damai dengan peradaban lain.

“Peradaban luhur Islam seperti itu harus dibangun kembali, sehingga Islam memberikan solusi dan jawaban berbagai persoalan di dunia ini,” tandas Bupati.

Foto Eksklusif

Pimpinan Jamaah Muslimin (Hizbullah) Wonogiri, Makmun Syamsuddin selaku Panitia Expo menyebutkan, panitia memajang lebih dari 200 foto eksklusif peradaban Islam, yang belum pernah dipublikasikan. Di antaranya foto Jenderal Soedirman saat salat berajamaah bersama Bung Karno, Bung Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan para pejuang gerilya lainnya.

Pada bagian lain dipamerkan foto Wali Songo, Sultan Turki Utsmani, Laksamana Muhammad Cheng Ho, situs-situs sejarah di Jogjakarta dan Jawa Tengah, Masjid Demak, perkembangan Islam di Amerika, Jepang, Cina, dan para ulama penemu iptek modern.

Foto-foto sejenis telah dipamerkan sebelumnya secara road show di berbagai provinsi, mulai dari Nagroe Aceh Darussalam, Medan, Jambi, Bandar Lampung, Banten, Jakarta, Bogor, Semarang, Surabaya, hingga Pontianak dan Singkawang Kalbar.

“Foto-foto Masjid Al-Aqsha dan perjuangan Palestina juga ditampilkan untuk menumbuhkan solidaritas sesama muslim di seluruh dunia,” ujar Makmun.

Deklarasi Wonogiri

Pada rangkaian Expo, Panitia membentangkan spanduk putih sepanjang puluhan meter bertuliskan “Deklarasi Wonogiri bagi Pembebasan Al-Aqsha”. Deklarasi dibubuhi tanda tangan pengunjung berisi pernyataan tekad kesediaan membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel.

Spanduk Deklarasi digelar selama pameran berlangsung tanggal 10-13 Juli, dilanjutkan road show ke berbagai kota di tanah air. Puncak deklarasi direncanakan diselenggarakan pada forum Konferensi Internasional Pembebasan Al-Aqsha di Jakarta tanggal 21 Agustus 2008. (Sumber : Afta Reporter Khilafah News)


Menlu RI: Selesaikan Konflik Palestina Tidak Mudah, Mesti Bertahap

Juli 11, 2008

Konferensi Pemberdayaan untuk Palestina (Ministerial Meeting on Capacity Building for Palestine) akan digelar pada 14-15 Juli 2008 di Jakarta. Dari proses itu, Indonesia selaku memprakarsa berharap agar berdirinya negara Palestina tak hanya sekedar menjadi impian, namun segera terwujud dan menjadi kenyataan.

Namun, mengenai target waktu kapan hal itu akan terwujud Indonesia tidak bisa memberikan batasannya.”Sebagai bukan pihak yang menjadi sengketa langsung dalam konflik ini, kita tak menetapkan target. Kita tahu, ini proses yang tidak mudah yang dihadapi para pihak dan bukan tidak mungkin target itu tidak dipenuhi tapi yang penting adalah guliran proses ini terus berlangsung, yang penting bahwa dialog dan negosiasi dapat diteruskan kalau perlu, sesudah Desember 2008, ” kata Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, di Departemen Luar Negeri, Jakarta, Kamis (10/7).

Menurutnya, dialog itu perlu dilakukan, jangan sampai meneruskan apa terjadi pada 2006 tanpa adanya dialog, akhirnya masing-masing kelompok mengambil caranya sendiri, yang menimbulkan tindak serangan balas-berbalas yang mengakibatkan banyak orang terbunuh dan menderita.

Ketika ditanya apakah kemerdekaan Palestina harus didapat dengan mengemis kepada Israel melalui dialog-dialog yang dilakukan, Hassan menyatakan, dialog tak bisa disamakan dengan mengemis, akan tetapi dengan cara menetapkan harapan dan target yang ingin dicapai dengan merundingkannya bersama dengan pihak yang berkepentingan.

“Memang tidak mudah dan faktanya begitu. Jangan berilusi bahwa besok bisa selesai. Kenapa tidak merekomendasikan deklarasi unilateral atau seperti yang dilakukan kosovo? Faktanya dari dua atau tiga kasus itu tak selalu sama, ” ujarnya.

Berbagai pihak banyak pesimistis target Annapolis, apakah konferensi ini akan bernasib serupa, Hassan menyatakan, yang dilakukan di sini adalah dorong persatuan dan dialog, serta upaya rekonsiliasi membantu proses damai yang dapat dilakukan dengan ciptakan konstitusi perdamaian.

“Kita harus optimis, sebab kalau pendukungnya tidak optimis, jangan harap ada kemerdekaan itu sendiri. Bagi kita sekecil apapun yang kita bantu, maka kita akan melakukannya, ” pungkasnya. (novel)

sumber : eramuslim.com


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.